Senin, 25 Juli 2016

Wanita Perokok Lebih Berisiko Terkena Penyakit

Wanita Perokok Lebih Berisiko Terkena Penyakit
KabarTerbaru24.com-Wanita Perokok Lebih Berisiko Terkena Penyakit,Merokok, bahkan hanya untuk alasan sosialisasi, dapat menimbulkan pendarahan otak. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Stroke mengungkapkan wanita lebih berisiko terkena penyakit ini dibandingkan pria.

Penelitian yang melibatkan data dari 65.521 orang di Finlandia tersebut menjawab pertanyaan survei selama rata-rata yang berlangsung selama sekitar 45 tahun. Para peneliti menemukan bahwa pria dan wanita yang merokok memiliki risiko hampir tiga kali lebih tinggi mengalami pendarahan otak yang merembes melalui lapisan antara permukaan otak dan jaringan di bawahnya daripada orang yang tidak pernah merokok.

 Risiko bahkan dapat dialami para perokok sosial, yang hanya merokok saat sedang bersosialisasi dengan teman-teman dan tidak menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari.

Selain itu, wanita ternyata juga lebih riskan terkena pendarahan otak. Wanita yang merokok menunjukkan risiko hampir 3,5 kali lebih tinggi terkena perdarahan, sedangkan pria memiliki 2,2 kali risiko lebih besar.

Bahkan, wanita yang merokok satu sampai 10 batang rokok sehari memiliki risiko hampir tiga kali lebih tinggi terkena pendarahan otak, sedangkan laki-laki merokok dengan jumlah yang sama memiliki risiko hampir dua kali lebih tinggi.

Mengapa otak wanita lebih rentan terhadap efek dari merokok? Para peneliti mengatakan bahwa merokok dapat menurunkan kadar estrogen, dan yang dapat menyebabkan peradangan dan proses lain yang menyebabkan pembuluh darah mengalami penurunan dan akhirnya kehabisan darah.

Merokok menyebabkan wanita terkena menopause dini karena hormon estrogen menurun dan itu juga berpengaruh pada otak.

Kabar baiknya, risiko tersebut dapat dihindari. Dalam studi tersebut, orang-orang yang berhenti merokok secara bertahap dapat mengurangi risiko,Sulit Menaikan Berat Badan? Ini Penyebabnya sehingga mantan perokok, yaitu mereka yang telah berhenti selama lebih dari enam bulan, memiliki tingkat pendarahan otak yang lebih rendah setara dengan non-perokok.

Para peneliti mengakui, bagaimanapun, bahwa, mereka tidak bisa memperhitungkan semua faktor-faktor lain yang mungkin menjelaskan hubungan tersebut. Mereka tidak bisa menilai berapa banyak alkohol orang dalam studi ini diminum, dan mereka juga tidak memiliki informasi apakah pria dan wanita memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi, dan apakah mereka mengambil obat untuk mengendalikan mereka.

Namun, temuan ini menunjukkan bahwa merokok dapat memainkan peran dalam memberikan kontribusi untuk pendarahan otak, terutama pada wanita. Orang yang merokok dalam jumlah apapun harus menyadari bahaya tingginya.

Source : metrotvnews.com

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon