Selasa, 19 Juli 2016

Makan Makanan Cepat Saji Picu Depresi,Tinggi Lemak, Kenyang Tanpa Gizi

Makan Makanan Cepat Saji Picu Depresi,Tinggi Lemak, Kenyang Tanpa Gizi
KabarTerbaru24.com-Makan Makanan Cepat Saji Picu Depresi,Tinggi Lemak, Kenyang Tanpa Gizi,risiko kelebihan berat badan hingga obesitas, ternyata mengonsumsi makanan cepat saji dapat memicu depresi. Ini disampaikan ahli gizi Prischalia Rahfidanita.
 “Fast food dapat menyebabkan depresi pada remaja. Perubahan hormon pada masa pubertas membuat remaja lebih rentan terhadap suasana hati dan perilaku yang berubah-ubah. Makan makanan tak sehat sangat berpengaruh terhadap kadar hormon yang tidak stabil,” terang ahli gizi yang berdomisili di Bontang tersebut.
 Prischa mengatakan, orang yang kerap makan-makanan cepat saji terkadang agak kesulitan untuk menghentikan kebiasaan makanan ini. Padahal, makanan cepat saji yang masuk kategori junk food memengaruhi tingkat energi seseorang.  “Makanan cepat saji tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan tubuh agar tetap sehat. Tingginya tingkat gula atau garam dalam makanan cepat saji membuat metabolisme tidak terkendali,” kata lulusan Universitas Brawijaya, Malang, itu.
 Menurut Prischa, fast food mengandung sejumlah besar lemak yang mudah terakumulasi dalam tubuh. Sehingga mudah menambah berat badan hingga seseorang obesitas (kegemukan).
 Meskipun obesitas terjadi karena banyak faktor, namun faktor utama obesitas biasanya adalah ketidakseimbangan asupan energi dengan keluaran energi. “Termasuk salah satunya perubahan pola makan dari pola makan tradisional ke pola makan barat. Mengonsumsi fast food yang banyak mengandung kalori, lemak dan kolesterol,” kata Prischa.
 Konsumsi makanan fast food secara terus-menerus juga menjadi ancaman terbesar serangan jantung. Sebab di dalam makanan cepat saji tidak berkomposisi gizi yang seimbang. “Karena sudah merasa kenyang dengan lemak dan karbohidrat saja,” ucapnya. Penting bagi para ibu-ibu untuk tidak membiarkan anak terlalu banyak konsumsi fast food karena mengganggu tumbuh kembang dan perkembangan otaknya.
 Tingginya tingkat lemak dan garam dalam fast food dapat berkontribusi pada penyakit jantung dengan menaikkan kadar kolesterol darah dan berkontribusi terhadap meningkatnya plak arteri. Tingginya asam lemak trans dalam fast food dapat menyebabkan deposito fatty liver yang dari waktu ke waktu dapat menyebabkan disfungsi dan penyakit hati
Source : ProKaltim

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon