Kamis, 23 Juni 2016

Percepat Pencarian Korban Longsor Kebumen, Tim SAR Ledakkan Batu-batu Besar

PURWOREJO, KabarTerbaru24.com - Pencarian terhadap korban longsor di Purworejo maupun di Kebumen, Jawa Tengah, sepanjang Rabu (22/6/2016) siang ini belum banyak menunjukkan kemajuan.

Pada operasi hari keempat ini, tim SAR gabungan belum menemukan lagi korban longsor. Di Kebumen, tepatnya di Desa Sampang, Kecamatan Sompor, pencarian terhadap korban San Rustin (55), Martiem (50) dan Sari (30) masih terus diupayakan.
Siaran pers Basarnas Kantor SAR Semarang, Rabu siang menyebutkan, pencarian korban longsor di Kebumen hari ini difokuskan pada sektor atas. Namun medan pencarian kali ini lebih berat lantaran sebuah batu besar menghalangi masuknya alat berat. Regu penyelamat saat ini tengah berupaya meledakkan batu secara manual.
"Caranya dengan cara membuat lubang dengan linggis kemudian lubang tersebut dimasukan cairan sejenis asam sulfat. Mengingat kendala proses evakuasi kita selama ini banyaknya batu besar yang menimpa rumah korban. Kalau tidak diledakkan, eskavator tidak bisa masuk," kata Fandi, anggota Basarnas seperti dikutip dalam siaran tersebut.
Sedangkan perkembangan evakusi korban longsor di Purworejo sendiri berdasarkan informasi yang diterima dari posko induk penanganan longsor Purwarejo, keberadaan Mr X yang ditemukan pada Selasa kemarin diputuskan tidak dimasukkan ke manifes korban yang dicari.
Dengan demikian, pada hari Rabu ini, tim SAR tetap mencari 7 warga yang tertimbun longsor, bukan 6 seperti yang diberitakan sebelumnya.

"Jadi saat ini Basarnas beserta tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di Caok dengan jumlah 4 korban atas nama Slamet, Sulaiman, Sarif dan Sarifah. Dan, yang di Donorati 3 atas nama Jumadi, Saman dan Jemikin (Takim)," ungkap Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono.
"Jadi untuk total korban yang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mencapai 37 orang dan yang dicari 7 orang lagi," imbuhnya.
Mr X, dikatakan Agus, bukan warga dari kedua desa tersebut. Korban kebetulan melintas dan tertimpa longsor pada saat kejadian. Hal inilah yang membuat jumlah korban belum bisa diputuskan secara pasti oleh tim pada saat pendataan awal.
Agus berharap dengan tambahan bantuan 2 eskavator dan adanya peralatan tambahan penyemprot air dari Pemadam Kebakaran Magelang, pencarian hari keempat ini akan membuahkan hasil.
"Seperti kita tahu tanah mualai mengeras, jadi keberadaan alat berat dan penyemprot air akan sangat membantu," tandasnya.
Firasat warga
Longsor yang menerjang Dusun Caok, Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Purworejo, Sabtu lalu menimpa empat rumah dan mengubur 16 orang di dalamnya, ternyata tidak membuat heran Ponikem, salah satu warga setempat.
Ponikem mengungkapkan, beberapa waktu sebelumnya, sejumlah pohon besar seperti jati dan akasia yang ada di pinggir permukiman warga yang berbatasan langsung dengan bukit telah ditebangi.
Menurut Ponikem, kondisi inilah yang menyebabkan longsor menimpa perkampunganya.
"Beberapa pohon jati besar dan akasia di belakang rumah Muksodah ditebang dan dijual, sehingga tidak ada pohon penahan air dibukit. Yang ada hanya pohon yang masih muda dan belum lama ditanam," ungkap Ponikem.
Terlepas dari kejadian tersebut, Ponikem bersyukur pada hari ketiga proses evakuasi, seluruh korban longsor di Dusun Caok sudah ditemukan. Aktivitas pencarian masih dilakukan untuk mencari warga di luar desa tersebut yang diperkirakan masih tertimbun material longsor.
"Semuanya ada 16 korban sudah ditemukan, hanya satu yang ditemukan selamat," pungkas Ponikem.

Sumber : [regional.kompas.com]

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon